Cara Memilih Kosmetik Yang Baik

Photo by http://news-journal.com

Wanita selalu ingin tampil cantik dan menarik. Salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan penampilan diri dengan penggunaan kosmetik berdasarkan naluri alamiahnya yang senantiasa ingin tampil cantik, sehingga mereka selalu bereksperimen dalam menggunakan kosmetika yang tepat untuk dapat menonjolkan kecantikannya. Seiring dengan perkembangan zaman fungsi penggunaan kosmetikpun mulai berubah tidak hanya bertujuan sebagai penambah daya tarik, kosmetik saat ini juga bertujuan untuk melindungi, dan memperbaiki kesehatan kulit sehingga mampu meningkatkan rasa percaya diri, perasaan tenang, melindungi kulit dan rambut dari kerusakan sinar UV, polusi dan faktor lingkungan yang lain, mencegah penuaan, serta secara umum membantu seseorang lebih menghargai dan menikmati hidup. Hal tersebut kemudian memunculkan anggapan bahwa dengan menggunakan kosmetik yang baik dan benar maka, kebersihan dan kesehatan kulit wajah yang dimiliki oleh setiap orang terutama wanita akan meningkat.

Sikap yang baik dan benar dalam pemilihan kosmetik perawatan wajah sangatlah penting. Bagaimana seseorang menemukan produk yang tepat untuk kebutuhan mereka ketika ada begitu banyak pilihan? Produk yang tepat bervariasi tergantung pada individu. Faktor-faktor tertentu harus dipertimbangkan sebelum mencoba produk terbaru yang tersedia.

Sebelum membeli kosmetika sebaiknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Kenali jenis kulit dengan tepat
Jenis kulit setiap orang tidak sama, oleh karena itu penting untuk mengetahui jenis kulit sebelum memutuskan untuk membeli kosmetik yang cocok. Untuk memastikan jenis kulit seseorang, kulit harus dibersihkan lebih dahulu dan pemeriksaan harus dilakukan di bawah cahaya yang terang bila perlu menggunakan kaca pembesar agar tekstur kulit, besarnya pori-pori, aliran darah, pigmentasi, dan kelainan lain yang terdapat pada permukaan kulit dapat terlihat. Analisis kulit sangat penting dilakukan untuk menentukan kelainan atau masalah kulit yang timbul sehingga perlakukan yang tepat dapat diberikan untuk memperbaikinya (BPOM RI,
2007).

b. Memilih produk kosmetik yang mempunyai nomor registrasi dari Departemen Kesehatan
Suatu produk kosmetik yang tidak memiliki nomor regr istrasi, kemungkinan memiliki kandungan zat- zat yang tidak diizinkan pemakaiannya atau memiliki kadar yang melebihi ketentuan, sehingga dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Hal yang perlu diperhatikan tersebut adalah berkaitan dengan kandungan hidroquinon dan merkuri yang terdapat pada produk kosmetik (BPOM RI, 2007).

c. Hati-hati dengan produk yang sangat cepat memberikan hasil
Suatu produk kosmetik yang memberikan hasil yang sangat cepat (misalnya produk pemutih) tidak menutup kemungkinan produk tersebut mengandung zat yang melebihi kadar atau standar yang sudah ditetapkan oleh Depatemen Kesehatan dan penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter (BPOM RI, 2007).

d. Membeli kosmetik secukupnya pada tahap awal
Setiap pertama kali menggunakan produk, tidak bisa diketahui apakah produk tersebut cocok digunakan atau tidak, oleh karena itu perlu mencobanya terlebih dahulu dalam jumlah sedikit (BPOM RI, 2007).

e. Perhatikan keterangan-keterangan yang tercantum pada label atau kemasan
Perlu diperhatikan informasi yang tertera pada kemasan mengenai unsur bahan yang digunakan, tanggal kadaluarsa serta nomor registrasinya, karena tidak semua produsen mencantumkan atau mendaftarkan produknya ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan, sehingga tidak terjamin keamanannya (BPOM RI, 2007).


Referensi

Vicky Ferilosmia Andriani. 2016. PENGARUH SIKAP DAN GAYA HIDUP TERHADAP PEMILIHAN PRODUK PERAWATAN KULIT WAJAH TIDAK BERMASALAH PADA MAHASISWA JURUSAN TATA RIAS. e- Journal, 05(01), 78-83.

Lina Pangaribuan. 2017. EFEK SAMPING KOSMETIK DAN PENANGANANYA BAGI KAUM PEREMPUAN. Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera, 15 (2), 20-28.

Perlu Diketahui! “Bahan Berbahaya yang Sering Dijumpai pada Kosmetik”

Photo by http://lovelivefruit.com

Berikut beberapa bahan berbahaya yang sering dijumpai pada kosmetik dan produk perawatan kulit lainnya. Bahan berikut adalah bahan sintetik yang sudah terbukti berbahaya bagi kesehatan menurut beberapa penelitian.

a. Sodium Lauryl Sulfate (SLS) and Ammonium Lauryl Sulfate (ALS)

Zat ini sering dikatakan berasal dari sari buah kelapa untuk menutupi racun alami yang terdapat di dalamnya. Zat ini sering digunakan untuk campuran shampoo, pasta gigi, sabun wajah, pembersih badan dan sabun mandi. SLS dan ALS dapat menyebabkan iritasi kulit yang hebat dan kedua zat ini dapat dengan mudah diserap ke dalam tubuh. Setelah terserap, endapan zat ini akan terdapat pada otak, jantung, paru paru dan hati yang akan menjadi masalah kesehatan jangka panjang. SLS dan ALS juga berpotensi menyebabkan katarak dan menganggu kesehatan mata.

b. Bahan Pengawet Paraben

Paraben digunakan terutama pada kosmetik, deodoran, dan beberapa produk perawatan kulit lainnya. Zat ini dapat menyebabkan kemerahan dan reaksi alergi pada kulit. Penelitian terakhir di Inggris menyebutkan bahwa ada hubungan antara penggunaan paraben dengan peningkatan kejadian kanker payudara pada perempuan. Disebutkan pula terdapat konsentrasi paraben yang sangat tinggi pada 90% kasus kanker payudara yang diteliti.

c. Propylene Glycol

Ditemukan pada beberapa produk kecantikan, kosmetik dan pembersih wajah. Zat ini dapat menyebabkan kemerahan pada kulit dan dermatitis kontak. Studi terakhir juga menunjukan bahwa zat ini dapat merusak ginjal dan hati.

d. Isopropyl Alcohol

Alkohol digunakan sebagai pelarut pada beberapa produk perawatan kulit. Zat ini dapat menyebabkan iritasi kulit dan merusak lapisan asam kulit sehingga bakteri dapat tumbuh dengan subur. Disamping itu, alkohol juga dapat menyebabkan penuaan dini.

e. DEA (Diethanolamine), TEA (Triethanolamine) and MEA (Monoethanolamine)

Bahan ini jamak ditemukan pada kosmetik dan produk perawatan kulit. Bahan bahan berbahaya ini dapat menyebabkan reaksi alergi dan penggunaan jangka panjang diduga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker ginjal dan hati.

f. Aluminium

Aluminium sering digunakan pada produk penghilang bau badan. Aluminium diduga berhubungan dengan penyakit pikun atau Alzheimer”s.

g. Minyak Mineral

Minyak mineral dibuat dari turunan minyak bumi dan sering digunakan sebagai bahan dasar membuat krim tubuh dan kosmetik. Baby oil dibuat dengan 100% minyak mineral. Minyak ini akan melapisi kulit seperti mantel sehingga pengeluaran toksin dari kulit menjadi terganggu. Hal ini akan menyebabkan terjadinya jerawat dan keluhan kulit lainnya.

h. Polyethylene Glycol (PEG)

Bahan ini digunakan untuk mengentalkan produk kosmetik. PEG akan menganggu kelembaban alami kulit sehingga menyebabkan terjadinya penuaan dini dan kulit menjadi rentan terhadap bakteri.


Sumber : Lina Pangaribuan. 2017. EFEK SAMPING KOSMETIK DAN PENANGANANYA BAGI KAUM PEREMPUAN. Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera, 15 (2), 20-28.

Awas! Kenali Jenis Kulit Dulu Sebelum Melakukan Perawatan

       

        Tampil cantik menawan adalah sesuatu  yang diinginkan oleh setiap kaum Hawa. Sudah bukan hal asing jika wanita pada umumnya memiliki keinginan untuk memiliki penampilan fisik yang selalu cantik dan awet muda, dan pemikiran ini tetap tertanam dari generasi ke generasi (dalam Bungin, 2001). Kecantikan begitu dipuja dan para wanita rela melakukan apapun demi memenuhi impian untuk mendapatkan kecantikan sempurna, namun selain kulit yang cantik, penting juga untuk merawat kesehatan kulit.
         Adapun menjaga kesehatan dan kecantikan kulit setiap orang berbeda-beda sesuai dengan jenis kulit yang dimiliki. Karena jenis kulit yang berbeda tentunya memiliki perawatan yang berbeda juga. Penggunaan produk kulit yang tidak tepat dengan penggolongan jenis kulit akan menyebabkan kerusakan pada kulit.

           Berikut adalah tips-tips untuk merawat kesehatan dan kecantikan kulit sesuai dengan jenis kulit :

1. Normal
Kulit normal merupakan jenis kulit yang cenderung mudah dirawat. Kelenjar minyak (sebaceous gland) pada kulit normal biasanya tidak terlalu menjadi masalah, karena minyak (sebum) yang dikeluarkan seimbang, tidak berlebihan ataupun kekurangan.

Bagaimana mengidentifikasi kulit normal?

– Tekstur halus
– Pori-pori halus
– Tidak ada kepekaan
– Sedikit atau tidak ada jerawat


* Tips perawatan :
Kulit wajah normal sebenarnya tidak terlalu banyak membutuhkan perawatan kulit. Akan tetapi, penting bagi Anda untuk menjaga kesehatan kulitnya. Selain menggunakan sabun pembersih dan pelembap, pemilik kulit wajah normal perlu menggunakan tabir surya dengan kandungan SPF 30 guna mencegah keriput dan kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.

2.  Kering
Kulit kering merupakan jenis kulit yang kekurangan sebum (minyak). Karena jumlah sebum yang terbatas, maka kulit kering sering mengalami kekurangan sebum dan kelembaban berkurang dengan cepat.

Bagaimana mengidentifikasi kulit kering?

– Kulit bersisik atau kasar
– Tekstur tidak rata
– Gatal
– Kulit terasa kencang

* Tips perawatan :

  • Membersihkan kulit wajah menggunakan sabun pembersih wajah dengan kandungan yang lembut.
  • Hindari mencuci muka dengan air hangat terlalu lama.
  • Oleskan pelembap secara rutin untuk menjaga kulit tetap terhidrasi.

3. Berminyak
Kulit berminyak merupakan jenis kulit yang diakibatkan oleh kelenjar sebaceous sangat aktif pada saat pubertas, ketika distimulasi oleh hormon pria yaitu androgen.

Bagaimana mengidentifikasi kulit berminyak?

– Penampilan berminyak
– Pori-pori terbuka/besar
– Rawan berjerawat

* Tips perawatan :

  • Rutin membersihkan wajah dua kali sehari, yakni pada pagi dan malam hari. Jangan menggosok wajah selama membersihkannya.
  • Membersihkan kulit wajah menggunakan sabun pembersih dengan kandungan yang ringan. Jika produk pembersih umum tidak dapat mengurangi minyak di wajah, Anda bisa memilih produk pembersih dengan kandungan benzoil peroksida, asam salisilat, asam glikolat, atau asam beta hidroksi.
  • Gunakan pelembap dengan kandungan bebas minyak.
  • Gunakan sunscreen atau tabir surya dengan kandungan bebas minyak. Mengoleskan sunscreen dengan tekstur gel atau berbahan dasar air dapat mengurangi kadar minyak di wajah Anda.
  • Pilih produk perawatan wajah dan kosmetik yang berlabel noncomedogenic. Ini berarti produk tersebut tidak akan menyumbat pori-pori wajah yang menyebabkan jerawat.
  • Jika Anda memiliki jerawat, hindari menyentuh dan memencetnya.

4. Kombinasi
Kulit kombinasi merupakan gabungan dari lebih dari satu jenis kulit seperti kulit kering dan kulit berminyak. Bagian yang berminyak umumnya terdapat pada daerah dagu, hidung dan dahi, yang diketahui sebagai T-Zone atau daerah T.

Bagaimana mengidentifikasi kulit kombinasi?

– T-zone berminyak dan pipi kering
– Jerawat hanya di dahi, dagu dan hidung
– Pipi sensitif

* Tips perawatan :
Salah satu pentingnya merawat kulit wajah kombinasi adalah menggunakan sabun pembersih dan pelembap dengan kandungan ringan untuk area wajah yang kering. Kemudian, produk perawatan anti jerawat dengan kandungan benzoil peroksida mungkin dibutuhkan untuk area T wajah.

5.  Sensitif
Tipe kulit wajah sensitif memiliki ciri-ciri kemerahan, gatal, kering, dan sensasi seperti terbakar. Jika Anda memiliki jenis kulit wajah ini, cari tahu apa yang menyebabkan kulit menjadi sensitif. Ada beberapa penyebab yang membuat kulit wajah Anda menjadi sensitif, termasuk kesalahan dalam menggunakan produk perawatan kulit tertentu.

Bagaimana mengidentifikasi kulit sensitif?

– Kulit terasa gatal dan kencang
– Memiliki tekstur yang tidak rata
– Berminyak dimusim panas
– Kering dimusim dingin
– Bereaksi terhadap perawatan kulit

* Merawat wajah yang tepat untuk kulit wajah sensitif, di antaranya:

  • Hindari menggunakan sabun pembersih yang mengandung wewangian dan alkohol.
  • Gunakan pelembap secara rutin untuk menjaga kelembapan kulit agar tidak kering.
  • Pastikan menggunakan tabir surya dengan kandungan SPF minimal 30.   

             Demikianlah tips-tips untuk merawat kesehatan dan kecantikan kulit wajah sesuai dengan jenis kulit. Pastikan dalam perawatan kulit wajah, Anda mengetahui terlebih dahulu jenis kulit apa yang Anda miliki, karena berbeda jenis kulit maka berbeda pula perawatannya.



Daftar Pustaka

Regina Suci Wahyuningtyas, Tursina, Helen Sasty Pratiwi. 2015. Sistem Pakar Penentuan Jenis Kulit Wajah Wanita Menggunakan Metode Naïve Bayes. Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (JUSTIN), 1 (1), 1-6.

Winto Hari Arsitowati. 2017. KECANTIKAN WANITA KOREA SEBAGAI KONSEP KECANTIKAN
IDEAL. HUMANIKA, 24 (2), 84-97.

Pound Kakar. 2019. Different Skin Types And How To Take Care Of Them. https://skinkraft.com/blogs/articles/different-skin-types-how-to-know-your-skin-type (diakses tanggal 13 Oktober 2020)

Aninnisa Amalia Ikhsania. 2019. Pentingnya Merawat Kulit Wajah Sesuai Jenis Kulit, Bagaimana Caranya?. https://www.sehatq.com/artikel/bagaimana-merawat-kulit-sesuai-dengan-jenis-kulit-wajah-ini-jawabannya/amp (diakses tanggal 9 Oktober 2020)